Site hosted by Angelfire.com: Build your free website today!

Seni Suara Vokal dalam Karawitan.


Dalam klenengan atau uyon-uyon (istilah di Jogjakarta), biasanya gamelan itu diiringi dengan Sindenan dan Gerongan. Diantara sindenan dan gerongan tersebut sering terdengar senggakan, alok, dan keplok. Dan pada setiap gending (gamelan) akan dimulai, dapat didahului dengan buka, bawa atau celuk.

Istilah-istilah tersebut dijelaskan sebagai berikut :
 

Buka adalah sebuah kalimat yang dibunyikan oleh salah satu instrumen gamelan untuk mendahului sebelum gending dibunyikan bersama. 
Buka dapat dimainkan oleh : bonang barung, gender, rebab atau kendang. 
Lagu untuk buka biasanya mengambil kalimat terakhir dari gending yang akan dimainkan. 
Bawa adalah buka dengan sebuah tembang (sekar) yang dinyanyikan oleh seorang wanita (swarawati) atau seorang pria (wiraswara), untuk mendahului sebelum gamelan dibunyikan bersama. 
Tembang tersebut biasanya mengambil dari sekar : Ageng, Tengahan atau Macapat. 
Jineman yang terdapat pada Bawa adalah bagian dari bawa yang diiringi gamelan, dan disuarakan bersama. Antara lain : 
Bawa Sekar Ageng Citramengeng Sl.9
 Bawa Sekar Ageng Pamularsih Sl.9 dsb. 
Celuk Sama dengan Bawa, tetapi hanya mengambil sebagian (satu kalimat) dari bawa yang terakhir, atau mengambil sebuah wangsalan
Sinden adalah Vokal (tembang) yang dinyanyikan oleh swarawati menyertai karawitan. Lagu serta jalannya sindenan tidak sama dengan karawitannya, tetapi pada tempat-tempat tertentu, harus ada persesuaian yang menimbulkan rasa enak (harmonis), 
Misalnya : Sindem dimulai agak terlambat, ditengah-tengah bersamaan, kemudian pada akhir agak terlambat. 
Gerong adalah Vokal (tembang) yang sebenarnya dilagukan oleh beberapa suara pria (wiraswara). Lagu serta irama sama dengan karawitannya, hanya disertai dengan luk-luk (cengkok)
Dengan adanya karawitan putri, gerong tersebut dinyanyikan oleh beberapa suara putri, dapat juga dinyanyikan oleh suara campuran (pria dan wanita). 
Senggakan didalam Sindenan atau gerongan, seringkali terdengar senggakan (vokal yang menyela). Senggakan itu dapat terdiri dari satu kata, atau satu kalimat, atau terdiri dari satu wangsalan
Alok adalah suara pria yang dimasukkan dalam lagu, tetapi bernada bebas. 
Misalnya : 
"Yaa ! ",
"Hloo ! "dsb. 
Keplok adalah tepuk tangan yang menyertai karawitan, tetapi untuk gending tertentu saja yang bersifat gembira. Cara bertepuk disesuaikan dengan irama, tidak sembarangan. 


[ dikutip dari buku Karawitan Gaya Baru, jilid 3, karangan I. Sumarto,BA dan C. Sri Suyuti BA ]
Catatan Teori ini, Koleksi Keluarga Alumni PSTK-ITB.
Posted 31-Desember-1998.